Jodoh

00:38

Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib; tidak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya [pula], dan tidak jatuh sebutir biji-pun dalam kegelapan bumi, dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam Kitab yang nyata [Lauh Mahfudz] QS [6] : 59

Pernahkah kamu menganda-andai siapa jodohmu? Sedang apa dia sekarang? Dimana ia tinggal? Bagaimana rupanya? Sekarang sedang bersama siapa? Bagaimana sifatnya?

Saya sering.

Jauh sebelum usia dua puluhan seperti sekarang. Ketika masih awal mengenakan seragam putih biru. Sesekali, bersama teman-teman, ketika sudah terlalu banyak topik yang kami bicarakan, tiba-tiba menjurus ke hal itu.

“Kalian pernah ngerasa pengen tahu siapa jodoh masing-masing gak?”
“Iyaaaa sering, penasaran gitu ya siapa hehehe.”
“Iya. Aku pengen ngintip siapa sih namanya. Terus aku diem udah gak macem-macem. Pengen tahu aja siapa. Hehe.”
“Hahaha iya aku juga loh, sekarang lagi apa, ganteng gak ya?”
“Dasar. Tapi iya juga sih. Kalo ganteng aku diem aja, kalo gak, aku berdoa minta yang ganteng.”
“Hahahaha.”

Akhir-akhir ini, pertanyaan tentang siapa jodoh saya pun kembali sering menguak. Selain dari segi usia, juga dari teman-teman saya yang hampir setiap hari selalu saja menghubungkan ke topik pernikahan, jodoh, dan semacamnya. Dari waktu kuliah, rapat organisasi, rapat kepanitiaan, acara kampus, ngobrol cantik, ada saja kesempatan menyinggung masalah itu. Apalagi saat ini saya sedang tergabung dalam acara luar kampus yang notabene panitia lain kebanyakan sudah bekerja dan berkeluarga.

Pertanyaan di dalam diri saya pun semakin beragam.

“Siapa ya jodohku?”
Tidak ada yang tahu dan mengira. Mungkin teman sekampus, atau bahkan sekelas. Bisa jadi teman lama yang sudah tidak lama berjumpa. Atau orang yang pernah kita suka saat di bangku sekolah. Atau orang yang saya kagumi diam-diam. Bukan tidak mungkin juga orang yang pernah berpas-pasan dengan saya di jalan, atau duduk berhadapan di kereta, atau yang pernah sebelahan meja di suatu cafe, yang tanpa saya sadari keberadaannya. Kalau mungkin saya perhatikan pun hanya bermuara di memori jangka pendek, lalu hilang di tengah pikiran lain.

“Sedang apa ya jodohku?”
Mungkin sedang belajar untuk ujian, atau berkencan dengan kekasihnya, atau istirahat setelah lembur kerja. Bisa saja sudah tidur untuk bangun di sepertiga malam terakhir dan mendoakan saya (hihi aamiin ya Allah). Atau mungkin belum tidur, sedang dikejar deadline. Atau sedang pusing memikirkan skripsi untuk menjadi petroleum engineer (ngarep banget wkwk gapapa lah ya diaminin aja). Atau bukan tidak mungkin malah yang sedang membaca postingan ini hehehe. *njalukdilabrakwkwk*

“Apa dia mau punya jodoh sepertiku?”
“Apa yang harus aku lakukan agar pantas dengannya?”
“Bagaimana cara kami nanti bertemu, kenal, dan dekat?”
“Kapan kami bertemu?”
“Apakah keluarganya mau menerimaku?”
“Apakah kami memiliki dua dunia yang sangat berbeda?”
Dan ratusan pertanyaan lain yang belum kutemukan jawabannya.

Allah sudah menulis jodohku di buku supernya. Buku yang ingin dibaca seluruh umat namun tak bisa. Buku yang berusaha dicuri informasinya oleh makhluk dari api yang sering dideskripsikan dengan tanduk merahnya.

Saya ingin tahu.

Tapi saya yakin, nama yang Allah tulis sudah yang terbaik untuk saya. Tidak akan tertukar dengan milik orang lain. Nama itu sudah ada sebelum saya lahir di dunia. Bagaimanapun prosesnya, dengan orang yang memiliki nama itulah saya bermuara. Meski mungkin harus melewati drama panjang sebelum bertemu (atau kembali bertemu) dan berkenalan dengannya.

Saya “hanya” harus berusaha memperbaiki diri, menyempurnakan ibadah, menjaga kesehatan jasmani dan rohani, agar pantas bersanding dengan jodoh saya. Saya memang sangat jauh dari sempurna. Sangat jauh sekali. Tapi saya berusaha sedikit demi sedikit, mengurangi kebiasaan buruk, istiqomah kebiasaan baik, agar menjadi pribadi idaman jodoh saya. Hehe. Karena saya pun ingin merasa demikian, memiliki jodoh yang saya idamkan. Hehehe.

Saya yakin tidak akan zonk, dan berusaha agar jodoh saya tidak zonk. Hehehehe. Insya Allah.

Begitulah sedikit isi pikiran yang ingin saya utarakan. Sambil berusaha memaksa diri untuk produktif menuliskan angan.


Kalau kamu bagaimana?

Dear my future husband, maybe you're not great, you just perfect for me :)

You Might Also Like

0 comments