Sibuk
23:23
Butuh waktu untuk bernafas
Butuh waktu tenang tanpa koneksi internet
Butuh waktu tanpa dikejar deadline
Butuh tidur yang nyenyak, tanpa ketidakinginan untuk bangun lagi
Butuh rumah dan ketenangannya
Butuh keluarga disekeliling saya
Saya yang dikenal orang (sok) sibuk dari tingkat satu, ternyata tidak ada apa-apanya dibanding sekarang. Pulang jam sebelas malam hampir setiap hari, rapat tiap hari, deadline desain baru tiap hari, belum lagi revisi acara yang harus diurusi, kontak sana kontak sini, whatsapp yang tidak pernah sepi (dari grup semua plus pm nagih deadline), siklus makan jadi sehari sekali, tidur di kelas berkali-kali, ketiduran sebelum berangkat kuliah sampai harus dibangunkan teman sekos atau dijemput teman kelas, belum lagi tugas kuliah yang semakin beranak pinak.
Saya lelah. Sejujurnya. Ingin menjadi mahasiswa apatis. Atau lebih sopannya menganggur, kuliah-pulang-kuliah-pulang. Banyak waktu nonton drama korea, hehe. Banyak waktu buat belajar (meski senganggurnya saya tetap tidak mencicil belajar hkzz).
Saya lelah. Kemarin jumat harus jalan ke kampus-SC-kos-SC-kos arum-kampus-kos arum-sekre BEM demi video. Syuting-pidato-editing-uploading-failed-lari buat ngopy ke sekre BEM. Pulang langsung ke KFC Harmoni survey tempat buat soft launching perusahaan, belum makan selama 25 jam, pulang cepat-cepat makan rice box KFC, mandi, sholat, berangkat lagi LDK, pulang malam. Sampe kosan nangis capek banget. Pengen pulang. Padahal baru tiga minggu tapi berasa sudah berbulan-bulan.
Saya lelah. Tapi saya tidak bisa menganggur. Setidaknya saya produktif. Tidak cuma tiduran di kos, melamun, menghabiskan kuota internet, stalkingujungnyangelamun, tidur, menghabiskan uang, tidak belajar. Saya lebih merasa bersalah menghabiskan waktu yang tidak berguna.
Tapi saya lelah. Dari dulu selalu ada wacana "pengen nganggur ah bentar lagi, jadi anak apatis.", tapi ujung-ujungnya tetap sibuk. Seperti wacana "belajar ah habis ini." sampe sehari menjelang ujian.
Hingga saya membaca kalimat bagus sewaktu mengisi kuisioner calon bintang tamu acara kampus yang saya hubungi, seperti ini:
"Bersyukurlah tatkala lelah, ingat boleh jadi kesibukan itu sedang dimimpikan banyak orang di luar sana." - dr. Gamal Albinsaid
Alhamdulillah.
Semoga kesibukan saya sedikit bermanfaat bagi orang lain.
Maaf, sudah menerima keluhan saya. Apalagi teman-teman terdekat yang saya beri muka cemberut dan kata-kata sewot. Saya tidak akan menunjukkan wajah seperti itu kalau saya tidak merasa kalian orang terdekat saya. Hehe.
Hai, aktivis kampus, syukuri kesibukanmu. :)

0 comments